ceramah atau tanya jawab? masih perlukah itu untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. berdasarkan yang saya ketahui, tidak semua materi pelajaran dapat dilakukan dengan memberi tugas pada siswa dan guru hanya diam. hal ini sesuai dengan pernyataan siswa aktif guru pasif. Bukan berarti, ceramah dan tanya jawab itu tak efektif. tergantung bagaimana guru melakukan ceramah tersebut dan porsinya (jangan terlalu sering).
Ceramah ekspositori, kalau saya menyebutnya adalah ceramah yang menyenangkan dan membuat antusias. seperti ketika guru bercerita atau menyampaikan sebuah dongeng. gunakan tekanan suara yang berbeda antara tokoh - tokoh yang terdapat pada cerita itu, menggunakan media, diselingi menyanyi, humor, dan penekanan yang jelas pada kata-kata yang penting. gaya ceramah ekspositori sering dipakai oleh pendakwah agama atau para pemotivasi agar pendengar dapat terus memperhatikan dan meresap apa ynag disampaikan.
guru memang bukan seorang pelawak, tetapi untuk menciptakan ceramah ekspositori tidak hanya dengan humor. Selain itu, ada juga trik untuk mengaktifkan siswa, mana kala siswa mulai tak antusias. teriakkan "simonnnnnnnnn berdiri" maka siswa wajib segera berdiri. beri senggang waktu yang agak lama dan ucapkan kembali " meloooooon berdiri" maka siswa tidak boleh berdiri karena perintahnya bukan simon tetapi melon. memang sedikit melencengkan kata.
Setelah saya terapkan di kelas ternyata siswa sangat antusias dan meminta hal tersebut diulang lagi. Bila memang materi mendukung untuk melakukan ceramah ekspositori, silahkan mencoba.
memodifikasi metode yang kedua yaitu tanya jawab. Metode ini sering saya gunakan dalam pembelajaran. tetapi metode ini saya modifikasi semenjak saya searching di google untuk tugas workshop KKN saya dan saya menemukan tentang model pembelajran CRH (Course Riview Horay). Metode pembelajaran ini digunakan untuk mengetes pemahaman siswa menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya, yang paling dulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay.
langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu: guru membuat persiapan berupa pertanyaan yang akan disampaikan ke siswa, menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, menyampaikan materi (bisa dengan ceramah ekspositori atau metode yang lain), siswa disuruh
membuat kotak 9 / 16 / 25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi
angka sesuai dengan selera masing-masing, Guru membaca soal secara acak dan siswa
menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru, kalau benar diisi tanda centang (v) dan salah diisi
tanda silang (x), Siswa yang sudah mendapat tanda v vertikal atau horisontal, atau diagonal harus segera berteriak horay atau yel-yel lainnya, dan Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh.
metode tersebut dapat dilakukan pada awal pembelajaran, untuk mengetes pemahaman siswa terhadap pelajaran telah dipelajari hari sebelumnya. atau pada akhir pembelajarn nutuk mengetes pemahaman siswa terhadap pelajaran yang baru disampaikan oleh guru. Metode tersebut juga dapat dilakukan secara berkelompok dan individu. motede tersebut juga dapat digunakan untuk soal yang berupa jawaban singkat dan berupa uraian.
Kelebihan yaitu Pembelajarannya menarik mendorong untuk dapat terjun ke dalamnya dan elatih kerjasama bila dilakukan dengan berkelompok (koperatif learning).sedangkan kekurangannya adalah Siswa aktif dan pasif nilainya disamakan dan adanya peluang untuk curang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar