Minggu, 01 Juli 2012

Melatih Keterampilan Berbicara Siswa Melalui Kartu Gambar Berpasangan

"sumber gambar - milis-bicara.blogspot.com"
      Berbicara merupakan kegiatan menyampaikan maksud (ide, pikiran, isi hati) kepada orang lain dengan bahasa lisan. Berlatih menggunakan bahasa lisan atau berbicara berarti berlatih mengorganisasikan ide, pikiran, isi hati dengan baik dan sistematis secara lisan. Melatihkan keterampilan berbicara pada siswa merupakan tugas guru di sekolah. Siswa mempunyai ide, mempunyai pengetahuan, dan  pembendaharaan kata yang luas, tetapi bila guru tidak pernah melatihkan kepada siswanya untuk menyampaikan secara lisan maka keterampilan berbahasa tidak dikuasai.

   " Lantas, bagaimana cara kita sebagai pendidik untuk melatihkan keterampilan berbicara kepada peserta didik kita?"


    Tertunya banyak cara dan metodenya.Apalagi tantangan buat kita adalah kita harus membuat seluruh siswa di dalam kelas antusias dan berani berbicara. Tak terkecuali siswa-siswa yang pasif atau sedikit berbicaranya.
    Banyak materi pelajaran yang dapat kita gunakan untuk memaksimalkan melatihkan keterampilan berbicara siswa, seperti deklamasi, pidato, bercerita tentang pengalaman pribadi, dll. Pengalaman yang akan saya bagikan adalah pengalaman ketika mengajarkan pelajaran bahasa Indonesia dengan materi "Memberikan Tangagapan Terhadap Sesuatu Peristiwa." Pada pembelajaran tersebut saya menggunakan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) dengan menggunakan kartu bergambar.
 
    "Kenapa TPS?"  Karena model TPS menggunakan 3 tahapan pembelajaran yaitu tahap berpikir (thingking), tahap berpasangan (pairing), dan tahap berbagi (sharing). pada tahap pertama siswa disediakan waktu untuk memikirkan sendiri jawaban, lalu siswa diminta berpasangan untuk saling mendiskusikan pemikiran mereka pada tahap pertama, tahap tiga  siswa dengan pasangannya berbagi atau menyampaikan hasil jawaban di depan kelas di depan teman-temannya.Selain itu, model ini juga dapat dimodifikasi dengan sedikit permainan di awal pembelajaran.  Model ini mengajak siswa melalui tahap berpikir, perumusan ide atau gagasan, kerja sama, keberanian, menerima pendapat dan masukan teman, menyampaikan gagasan secara lisan, dan revisi dari bapak/ibu guru. Dimana semua kegiatan tersebut dikemas dengan fun.  

       Kartu gambar yang digunakan ada 2 macam, yaitu kartu sebab dan kartu akibat. Kartu dibuat sejumlah siswa. Keadaan kartu tertutup yaitu, gambar ada di dalam, dan tidak terlihat dari luar. Kartu dibuat dari kertas yang sewarna. Contoh gambar sebagai berikut:



kartu 1
kartu 2



kartu 4
   
kartu 3


Langkah pembelajaran inti yaitu:

  1. Tanya jawab dengan guru tentang tanggapan ( pengertian, bentuk-bentuk tanggapan, dan cara penyampaian tanggapan yang baik)
  2. siswa memperhatikan petunjuk pembelajaran yang disampaikan oleh guru.
  3. setiap siswa dibagikan sebuah kartu. 
  4. siswa bersama-sama mebuka kartu yang didapat.
  5. siswa mencermati gambar , dan guru memberi kesempatan bertanya tentang gambar yang didapat, bila siswa sulit memahami gambar. (thinking)
  6. siswa mencari pasangannya. (pairing)
  7. setelah bertemu pasangan, siswa duduk bersama pasangannya, lalu mencermati gambar, dan menentukan tanggapan terhadap peristiwa.
  8. siswa bersama pasangannya maju kedepan kelas menyampaikan pendapat mereka. (diawali mendeskripsikan gambar lalu menyampaikan tanggapannya) (sharing)
  9. pasangan siswa yang belum maju memberikan masukan atas pendapat temannya.
  10. siswa menuangkan gagasan pada kertas yang dibagikan guru (setelah mendapat masukan dari teman, dan guru.

           Kartu bergambar disesuaikan dengan tema pembelajaran. Tidak hanya sebab akibat, tetapi bisa uang dan negara, tokoh pejuangan dan daerahnya, dll. Kalau pada paparan diatas tadi setiap pasangan mendapat peristiwa yang berbeda-beda. Pembelajaran tersebut dapat di seting, dengan semua siswa memberikan tanggapan terhadap sebuah peristiwa yang disampaikan oleh guru. Hanya saja, saat mencari pasangan melalui mencari gambar yang serupa. seperti gambar nangka, ia mencari pasangannya yaitu teman yang mendapatkan kartu bergambar nangka. 





         Sekian dulu share pengalaman mengajar saya. Senantiasa tanggapan (kritik, saran, pendapat, pertanyaan) ditunggu untuk kemajuan ke depannya. 









Tidak ada komentar:

Posting Komentar